HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Lulus IPK Sempurna 4.00, Doktor Baru Unhas Temukan Solusi Ampuh Atasi Limbah Tambang Nikel

  


MAKASSAR – Kabar membanggakan datang dari kampus merah, Universitas Hasanuddin (Unhas). Sekolah Pascasarjana Unhas kembali mencetak doktor baru di bidang Ilmu Lingkungan dengan raihan prestasi akademik luar biasa.

Hendra Jultrisno Rusman resmi menyandang gelar Doktor (S3) usai mencetak Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00 dengan predikat sangat memuaskan.

Sidang promosi dan yudisium ini dipimpin langsung oleh Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D. Di hadapan para penguji, Hendra memukau lewat riset disertasinya yang menawarkan terobosan penting bagi dunia industri: solusi penanganan dampak pencemaran di kawasan pertambangan nikel.

Keberhasilan riset ini tak lepas dari tangan dingin tim promotor, yakni Prof. Dr. Fahruddin, M.Si. sebagai Promotor dan Dr. Ir. Nurlina Kasim, M.Si. selaku Co-Promotor, serta deretan penguji ahli baik internal maupun eksternal kampus.

Inovasi Ekoenzim Modifikasi: Senjata Baru Lawan Limbah Nikel

Lewat penelitian mendalamnya, Hendra meracik formula yang disebut Ekoenzim Modifikasi. Formula ini dirancang khusus untuk menyapu bersih dampak destruktif dari aktivitas masif tambang nikel.

Dengan mengawinkan bakteri pilihan dan berbagai substrat organik, temuan Hendra memiliki daya dobrak yang tidak dimiliki oleh ekoenzim konvensional maupun pupuk organik cair di pasaran.

Berikut adalah keunggulan utama dari Ekoenzim Modifikasi ciptaan Hendra:

  • Pemulihan Lahan Kritis: Mengembalikan kualitas dan mendongkrak pH tanah yang terdegradasi parah akibat aktivitas tambang.

  • Penetral Air Asam Tambang: Terbukti efektif dan cepat menetralkan tingkat keasaman (pH) ekstrem pada perairan di sekitar tambang.

  • Penekan Logam Berat: Menurunkan konsentrasi logam berat berbahaya di area operasional dan sekitarnya secara signifikan.

Rahasia keampuhan formula ini ada pada mikroorganisme multikemampuan di dalamnya. Bakteri ini diklaim mampu mereduksi sulfat dan logam berat, tahan gempuran pH ekstrem, andal melarutkan fosfat, menambat nitrogen, dan sangat adaptif di berbagai kondisi media organik.

Solusi Murah dari Hulu ke Hilir

Tidak hanya canggih secara biologis, inovasi ini juga dirancang ramah kantong. Hendra sukses memodifikasi metode pembuatan ekoenzim menjadi jauh lebih ekonomis dan efisien.

Memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah, proses produksi ekoenzim modifikasi ini diklaim lebih singkat dan langsung dikemas dalam bentuk siap pakai. Formulasi ini bisa diaplikasikan terpadu dari hulu untuk menetralisir air asam tambang, hingga ke hilir untuk memulihkan lahan bekas tambang dan area pertanian warga yang terlanjur tercemar.

Temuan inovatif dari doktor baru Unhas ini diproyeksikan bisa segera diadaptasi secara massal oleh korporasi tambang maupun masyarakat di lingkar kawasan industri.